Kamis, 05 Juni 2014

Tuhan Senang Memberkati



Baca:  Ulangan 28:1-14


"Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu,"  Ulangan 28:2

Saudaraku, apakah saat ini Anda sedang berkelimpahan materi?  Jangan sekali-kali membanggakan diri dan berkata bahwa semua ini merupakan hasil usahamu sendiri, sebab dari Tuhanlah kita beroleh  "...kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini."  (Ulangan 8:18).  Tanpa pertolongan dan campur tangan Tuhan kita takkan mampu berbuat apa-apa.

Kekuatan yang diberikan Tuhan untuk memperoleh kekayaan itu bisa berupa talenta, hikmat, kesehatan, kecerdasan dan sebagainya sehingga kita mampu bekerja dan menghasilkan suatu karya.  Jadi meski Tuhan berjanji akan memberikan berkat dan kelimpahan kepada umatNya, bukan berarti kita diam saja, tapi kita juga harus bekerja dan berusaha.  Adapun yang menjadi dasar kita memperoleh berkat dan kelimpahan itu bukan karena perbuatan dan kerja keras kita semata, tapi karena Tuhan memang senang untuk memberkati kita.  "...Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."  (Yohanes 10:10).  Namun Tuhan menghendaki agar berkat yang telah kita terima itu tidak kita nikmati sendiri, tapi kita salurkan kepada orang lain.  Inilah tujuan Tuhan memberkati kita yaitu supaya kita bisa menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.


Ada perbedaan cara pandang tentang berkat antara orang dunia dan orang percaya.  Bagi orang dunia, berkat adalah semata-mata tentang uang, harta, mobil, rumah mewah dan sebagainya.  Olehnya mereka bekerja sekeras mungkin untuk memperoleh semuanya itu, bahkan tidak sedikit yang menempuh jalan yang sesat demi mendapatkan berkat tersebut.  Namun bagi orang percaya, berkat adalah sumbernya yang sejati yaitu Tuhan Yesus, yang olehNya apa yang kita kerjakan menjadi berhasil.

Mari pergunakan berkat yang telah kita terima untuk kemuliaan nama Tuhan dan untuk memberkati orang lain!

Selasa, 03 Juni 2014

Firman Dan Berkat



Baca:  1 Yohanes 2:7-17


"Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya."  1 Yohanes 2:17

Ada banyak orang Kristen yang beranggapan bahwa firman dan berkat adalah dua hal yang berbeda dan tidak memiliki keterkaitan satu sama lain.  Menurut mereka berkat adalah hasil dari sebuah kerja keras, artinya berkat atau kelimpahan masih bisa mereka dapatkan meski mereka memiliki kehidupan yang bertentangan dengan firman Tuhan.  Mereka melihat bukti banyak orang yang hidupnya sangat jauh dari kata taat tapi berkelimpahan materi, asal mereka mau bekerja keras.  Lalu mereka pun berkata,  "Ah jadi Kristen gak usah fanakatik-fanatik, yang biasa-biasa saja.  Gak usah terlalu rohani, toh...hidup kita sudah berkecukupan.  Lihat!  Mereka yang aktif beribadah dan setia melayani Tuhan, hidupnya tak lebih baik dari kita."

Memang, orang bisa memperoleh kekayaan dari hasil kerja kerasnya sendiri, namun jika berkat itu diperoleh di luar kebenaran firman Tuhan akan sangat mudah membuatnya jatuh dalam dosa dan semakin menjauh dari kebenaran Tuhan.  Situasi-situasi inilah yang dimanfaatkan dengan baik oleh Iblis dengan menawarkan  'berkat atau kekayaan'  secara instan, dan berlomba-lombalah orang untuk mendapatkannya.  Firman Tuhan memperingatkan:  "Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali."  (Amsal 23:4-5), apalagi mengejar berkat atau kekayaan dengan cara yang tidak wajar:  mencari pesugihan dengan pergi ke gunung kawi, dukun/paranormal, menyuap, korupsi dan lain-lain.  Memang dunia dengan segala kemegahan dan kenikmatannya menjadi daya tarik tersendiri, sehingga banyak orang mengabaikan jalan Tuhan asalkan segala hasrat dan keinginannya terwujud.  Tak peduli apa pun caranya, yang penting bisa kaya dan mendapatkan uang sebanyak-banyaknya.

 Inilah fenomena yang sedang terjadi!  Mereka lupa bahwa  "...semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. "  (1 Yohanes 2:16).  Firman dan berkat adalah dua hal yang tak terpisahkan dan merupakan hubungan sebab akibat.

Saat kita taat melakukan firman, hidup kita pasti diberkati Tuhan.

Ketaatn Mendatangkan Upah



Baca:  Rut 3:1-18

"Anakku, apakah tidak ada baiknya jika aku mencari tempat perlindungan bagimu supaya engkau berbahagia?"  Rut 3:1

Menurut adat-istiadat Yahudi jika ada seorang laki-laki yang telah menikah meninggal, isteri yang ditinggalkan itu harus menikah dengan saudara laki-laki dari keluarga suaminya, sehingga ia bisa memberikan keturunan baginya.  Inilah yang menjadi alasan Naomi mengatakan kepada Rut bahwa yang berhak untuk menebus Rut dan membeli ladangnya adalah pihak keluarga Elimelekh  (ayah mertua Rut).  Kemudian Naomi menyuruh Rut tidur di dekat kaki Boas  (ayat 4).  Meski hal itu sangat tidak lazim bagi orang Yahudi maupun orang Moab, Rut melakukan apa yang diperintahkan Naomi. "Segala yang engkau katakan itu akan kulakukan."  (ayat 5).  Ini menunjukkan bahwa Rut adalah orang yang taat.  Meski perintah itu tidak masuk akal, ia tetap melakukan sebagai wujud hormatnya kepada mertua tanpa ada perbantahan.

Sungguh, ada banyak pelajaran berharga yang dapat kita teladani dari kehidupan Rut ini.  Saat di persimpangan jalan Rut membuat tindakan iman:  meninggalkan akar keluarganya dan tetap mengikuti Allah bangsa Israel, Allah yang baru dikenalnya setelah menikah.  Selain itu Rut bukanlah menantu yang malas.  Ia rela bekerja memungut berkas-berkas jelai di ladang Boas untuk bertahan hidup.  Ia setia melakukannya meski itu perkara kecil dan hina di pemandangan manusia.  Ada janji dalam Alkitab:  "Maka kedudukanmu yang dahulu akan kelihatan hina, tetapi kedudukanmu yang kemudian akan menjadi sangat mulia."  (Ayub 8:7).  Kalau kita setia dalam perkara-perkara kecil, pada saatnya Tuhan akan mempercayakan kita perkara-perkara yang jauh lebih besar.  Apa yang dilakukan Rut ini adalah bukti bahwa ia mempunyai integritas dan loyalitas.

Rut menjadi wanita pilihan yang diberkati Tuhan.  Dari latar belakang keluarga orang berdosa dan tidak punya masa depan, bahkan dikatakan dari suku yang terkutuk, Tuhan mengubahnya menjadi masa depan yang gemilang.  Namun ada ujian bermula dari perkara-perkara kecil, adakah kita tekun, setia, taat dan rendah hati?  Tersungkur di bawah kaki Boas adalah gambaran dari kerendahan hati.

Inilah yang harus kita lakukan:  senantiasa datang tersungkur di bawah kaki Tuhan dan merendahkan diri di hadapanNya.

Kamis, 29 Mei 2014

Tuhan Yesus Naik Ke Sorga



Baca:  Markus 16:9-20
"Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah." 

Markus 16:19


Hari ini kita memperingati peristiwa spektakuler yang menancapkan tonggak kemenangan iman Kristiani yaitu kenaikan Yesus Kristus, yang terjadi 40 hari setelah kebangkitanNya.

Mengapa disebut sangat spektakuler dan luar biasa?  Karena Yesus Kristus terangkat naik ke langit disaksikan langsung oleh murid-muridNya:  "...terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: 'Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.'"  (Kisah 1:9-11).  Ini bukti nyata dan tak bisa diragukan lagi bahwa Yesus berasal dari Sorga.  "Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia."  (Yohanes 3:13).  Maka adalah janji yang pasti jika Yesus menjanjikan tempat di sorga bagi kita anak-anakNya.  "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu."  (Yohanes 14:2).  Saat Yesus kembali ke sorga Ia tidak meninggalkan dan membiarkan kita sendirian menghadapi pergumulan hidup:  "Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu."  (Yohanes 16:7).  Yesus telah menyelesaikan tugas dan menggenapi misi Allah bagi dunia, karena itu Ia harus kembali ke sorga, bukti bahwa Yesus adalah benar-benar utusan Allah.


Biarlah melalui peristiwa ini iman setiap orang percaya makin teguh dan berakar kuat di dalam Tuhan, sebab ada jaminan keselamatan dan kehidupan kekal di sorga bagi kita yang percaya.  Sebaliknya bagi orang-orang yang tidak percaya dan menolak Dia, penghukuman kekal sedang menanti.


Hidup kekal bukan omong kosong, tapi jaminan pasti karena telah disediakan Yesus!

Rabu, 21 Mei 2014

Harga Itu Adalah Komitmen


Baca: Lukas 9:22-27
"Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya;  tetapi barngsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, 
ia akan menyelamatkannya." 
Lukas 9:24

Rasul Paulus menulis:  "Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah;  yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.  Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia."  (2 Timotius 2:20-21).  Segala sesuatu yang memiliki nilai guna tinggi pasti berharga sangat mahal;  sesuatu yang berkualitas juga pasti sangat mahal harganya.  Sebaliknya, sesuatu yang murah kualitasnya pasti sangat diragukan.  Apa pun itu, baik perabot rumah tangga, perhiasaan atau aksesoris, atau pun suatu jabatan (profesi) dan lain-lain.

Begitu juga dalam pengiringan kita kepada Tuhan, ada harga yang harus kita bayar.  Memang kita telah menerima keselamatan dari Tuhan secara gratis, tanpa bayar.  Tetapi untuk mengikuti Dia dan melayaniNya kita harus mau membayar segala sesuatunya.  Tuhan Yesus berkata,  "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku."  (Lukas 9:23).  Harga itu adalah penyangkalan diri.  Penyangkalan diri berarti rela mengesampingkan segala sesuatu yang merebut hati kita dari Tuhan;  mau mengutamakan Tuhan lebih dari segalanya.  Bila selama ini kita masih berkompromi dengan dosa, lebih mengasihi dunia ini, berarti kita belum mampu membayar harga itu.  Harga dari keselamatan adalah kerelaan untuk menempatkan Yesus sebagai yang terutama dalam hidup kita.

Menjadi orang Kristen harganya adalah komitmen.  Mengesampingkan kepentingan diri sendiri dan lebih mengutamakan Tuhan adalah bukti suatu komitmen.  Inilah yang disebut pikul salib.  Banyak orang ingin menjadi serupa dengan Kristus tapi hanya dalam hal melakukan mujizat, supaya namanya dikenal banyak orang.


Menjadi seperti Yesus berarti mau hidup seperti Yesus hidup:  taat kepada kehendak Bapa sepenuhnya, senantiasa tekun berdoa 
dan rela menderita bagi Injil Kristus!

Berkat Itu Hanya Dari Tuhan